Makalah Perkembangan Peserta Didik

Remaja dan Perundungan


Dosen Pengampu :

Zainal Abidin, M.Pd

 

Disusun oleh :

Mudmainnah Zein Soheh     201914500186

 

18 Juni 2020

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial

Universitas Indraprasta PGRI


Kata Pengantar

 

            Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Makalah tentang “ Remaja dan Perundungan ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini penulis buat untuk melengkapi tugas individu mata kuliah Pengantar Peserta Didik.

Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Dan penulis juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak dosen pembimbing mata kuliah Pengantar Peserta Didik, yang telah memberikan arahan serta bimbingan-nya selama ini sehingga penyusunan makalah dapat dibuat dengan sebaik-baiknya.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.

Penulis mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik yang maha kuasa yaitu Allah swt, dan kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga makalah ini dapat bemanfaat bagi kita semuanya.

 

Bogor, 18 Juni 2020

Penulis,

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

 

Halaman Judul...............................................................................................................
Kata Pengantar...............................................................................................................
Daftar Isi.........................................................................................................................


Bab I Pendahuluan
            I.1 Latar Belakang................................................................................................
            I.2 Rumusan Masalah...........................................................................................
            I.3 Tujuan.............................................................................................................


Bab II Pembahasan
            II. 1 Remaja dan Perundungan...............................................................................
            II. 2 Remaja dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya..........................................
            III. 3 Remaja berkebutuhan khusus, dan kiat-kiat penanganannya..........................


Bab III Penutup
            III. 1 Kesimpulan....................................................................................................
            III. 2 Saran..............................................................................................................


Daftar Pustaka.........................................................................................................

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

            Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Dimana pada masa ini remaja memiliki kematangan emosi, sosial, fisik dan psikis. Remaja juga merupakan tahapan perkembangan yang harus dilewati dengan berbagai kesulitan. Dalam tugas perkembangannya, remaja akan melewati beberapa fase dengan berbagai tingkat kesulitan permasalahannya sehingga dengan mengetahui tugas-tugas perkembangan remaja dapat mencegah konflik yang ditimbulkan oleh remaja dalam keseharian yang sangat menyulitkan masyarakat, agar tidak salah persepsi dalam menangani permasalahan tersebut.           Pada masa ini juga kondisi psikis remaja sangat labil. Karena masa ini merupakan fase pencarian jati diri. Biasanya mereka selalu ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru dilihat atau diketahuinya dari lingkungan sekitarnya, mulai lingkungan keluarga, sekolah, teman sepermainan dan masyarakat. Semua pengetahuan yang baru diketahuinya diterima dan ditanggapi oleh remaja sesuai dengan kepribadian masing-masing. Disinilah peran lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian seorang remaja.

I.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu Remaja dan Perundungan?
2. Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Remaja?
3. Apa itu Remaja berkebutuhan khusus, dan apa saja kiat-kiat penanganannya?


I.3 Tujuan Penulisan

      1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Remaja dan Perundungan

      2. Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan Remaja

      3. Untuk mengetahui apa itu Remaja berkebutuhan khusus, dan apa saja kiat-kiat penanganannya

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

II. 1 Remaja Dan Perundungan

Ø  Pengertian :

                         Apa itu Remaja? Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.

                         Apa itu Perundungan? Penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian (bahasa Inggris: bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Ø  Macam-macam bentuk Perundungan :

1. Verbal

- Membentak
- Berteriak
- Memaki
- Bergosip
- Menghina
- Mengejek
- Mencela
- Mempermalukan

 

 

2. Fisik

- Menampar
- Mendorong
- Mencubit
- Menjambak
- Menendang
- Meninju

3. Sosial
- Mengucilkan
- Membeda-bedakan
- Mendiamkan
- Mengasingkan

4. Dunia maya (Cyber Bullying)
- Memperolok di media sosial (mengirimkan berbagai pesan yang menyakiti, menghina, mengancam)
- Pesan teror
- Menyebarkan kabar bohong
- Mengubah foto tidak semestinya
- Perang kata-kata dari dunia maya (flaming)
- Membuat akun palsu untuk merusak reputasi seseorang
- Memperdaya seseorang untuk melakukan sesuatu yang memalukan
- Mengucilkan seseorang dari grup daring

 

 

 

 

 

 

 

Ø  Cara-Cara Menghadapi Perundungan :

1. Tetaplah bersikap tenang, misalnya dengan ambil nafas dalam-dalam selama 1 menit kemudian hembuskan keluar.

2. Sembunyikan kemarahan atau kesedihanmu di depan perundung (pelaku/orang yang melakukan perundungan).

3. Berdiri tegak, angkat kepalamu, pandang pelaku dengan tegas, hadapi pelaku dengan tenang atau tinggalkan perundung.

4. Tanyakan permasalahan atau tolak permintaan pelaku dengan sopan.

5. Segera menyingkir bila kamu dalam bahaya.

6. Cari bantuan untuk menghentikan perilaku perundungan yang kamu alami.

7. Blok akun media sosial pembully bila kamu mengalami perundungan siber dan.

8. Simpan perilaku perundungan yang kamu terima sebagai barang bukti.

9. Ceritakan atau laporkan perilaku perundungan yang kamu terima.

10. Hindari bersikap mendendam dan membalas perilaku perundungan yang kamu terima.

Ø  Upaya Pencegahan Perundungan oleh Orang Tua :

1. Membangun konsep diri yang baik

            Menjelaskan konsep diri adalah bagaimana anak memandang dirinya, untuk itu anak perlu diajarkan untuk memiliki pandangan diri yang baik.

2. Dukung minat dan bakat anak

            Hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan diri anak dan membuat dirinya merasa mahir di bidang tersebut. Sehingga, ketika suatu saat anak menjadi korban bullying dan dijauhi sekelompok anak tertentu, dia cenderung tak memandangnya sebagai masalah dan bisa bergaul dengan teman-temannya yang lain.

 

 

 

3. Ajar anak mengatakan tidak

            Anak korban bullying seringkali ada di posisi yang tidak berdaya dan cenderung tidak bisa menolak perlakuan buruk terhadapnya. Untuk mencegah hal itu, orangtua bisa mengajari anak untuk berani mengatakan "tidak". "Jadi ketika diperlakukan tidak baik, dia bisa bilang bahwa dia tidak suka diperlakukan begitu.

4. Beri dukungan penuh

            Orangtua Juga perlu terus menekankan pada anak bahwa mereka akan terus mendukung anak, apapun kondisinya. Buat anak merasa nyaman untuk menyampaikan masalah yang dihadapinya di luar. Sehingga ketika anak berhadapan dengan seseorang, mereka tahu akan selalu mendapatkan dukungan dan diterima oleh orangtuanya.

5. Mencegah anak jadi pelaku

            Seringkali pelaku bullying merupakan korban bullying. Maka hal yang perlu dilakukan adalah mencegah anak menjadi pelaku bullying. Caranya adalah membentuk konsep diri yang bagus pada anak. Tanamkan dalam diri anak bahwa mereka bisa menjadi hebat tanpa harus menjatuhkan dan merendahkan orang lain.

6. Bangun rasa empati

            Membangun rasa empati pada diri anak juga bisa mencegah dirinya menjadi pelaku bullying. Ayoe menyarankan orangtua untuk sering mengajak anak melihat orang-orang dengan kondisi kehidupan yang lebih sulit dan mengajak mereka untuk mau berbagi.

Ø  Dampak dari Perundungan :

·         Dampak kesehatan

            Bullying dapat merusak kesehatan baik fisik maupun mental korbannya. Dampaknya pun tidak hanya terjadi dalam jangka pendek saja melainkan juga jangka panjang. Korban bullying bisa mengalami cedera fisik, gangguan emosi, bahkan bisa berujung kematian. Korban bullying berpotensi rentan terhadap gangguan kesehatan mental, sakit kepala, dan dalam jangka panjang dapat merusak kepercayaan diri korbannya. 

 

 

·         Penurunan prestasi akademik.

            Siswa yang mengalami perundungan secara teratur cenderung menampilkan performa akademik yang lebih buruk dibanding yang tidak mengalaminya. Hal ini ditegaskan dalam studi yang dilakukan oleh psikolog University of California (UCLA) dalam Journal of Early Adolescence.

            Penelitian ini melibatkan 2.300 siswa yang berasal dari 11 sekolah berbeda di Los Angeles. Hasilnya memperlihatkan bahwa siswa-siswa yang paling sering mengalami bullying memperoleh nilai akademik lebih buruk dibandingkan siswa-siswa lainnya. 

·         Ikut melakukan kekerasan atau melakukan balas dendam.

            Sebelumnya telah kita bahas bahwa salah satu penyebab orang mem-bully adalah karena pada masa lalu orang tersebut menjadi korban. Bisa dibilang bullying adalah rantai panjang yang diawali dari satu pelaku yang kemudian melahirkan pelaku lainnya. Di sini aku mau mengajak kamu untuk tidak ikut-ikutan menjadi pelaku supaya rantai ini bisa terputus dan tidak lagi terlahir tukang bully-tukang bully baru lagi.

II. 2 Remaja dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya

1. Keluarga

            Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.

            Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.

 

 

 

 

 

 

2. Kematangan anak

            Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

 

3. Status Sosial Ekonomi

            Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya. Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.

            Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri.

 

4. Pedidikan

            Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan.

            Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan (sekolah). Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

5. Kapasitas Mental, Emosi, dan Integensi

            Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.

            Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.

 

 

III. 3 Remaja berkebutuhan khusus, dan kiat-kiat penanganannya

Ø  Apa itu Remaja dengan Berkebutuhan Khusus?

            Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menurut Heward adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.

Ø  Yang termasuk kedalam Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) antara lain:

1. Tunanetra (Gangguan penglihatan)

- Mata juling
- Sering berkedip
- Menyipitkan mata
- Kelopak mata merah

2. Tunarungu & Tunawicara (Gangguan pendengaran dan suara)

- Tuli
- Gagap dalam berbicara
- Gagu

 


3. Tunagrahita (Gangguan berfikir)

- Lemah fikiran (Feeble-mended).
- Terbelakang mental (Mentally Rataeded).
- Bodoh atau dungu (Idiot).
- Pandir (Imbecile).
- Tolol (Moron).


4. Tunadaksa (Kelainan yang meliputi cacat tubuh, kerusakan tubuh, kelainan atau kerusakan pada fisik dan kesehatan).

- Lumpuh
- Tidak memiliki alat indra yang lengkap
- Kekurangan pada fisik


5. Tunalaras (Hambatan & Ganguan dalam menyusuikan diri dengan lingkungan Sosial dan masyarakat,bertingah laku di lingkungan keluarga, Sekolah dan masyarakat).

- Pemalu
- Sulit bersosialisasi
- Cenderung suka menyendiri

6. Kesulitan belajar

            Adalah gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa, berbicara dan menulis yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir, membaca, berhitung, berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi, brain injury, disfungsi minimal otak, dislexia, dan afasia perkembangan. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas rata-rata, mengalami gangguan motorik persepsi-motorik, gangguan koordinasi gerak, gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep.

 

7. Cerebral palsy

            Gangguan yang terjadi dikarenakan kerusakan otak yang menyebabkan gangguan pada pengendalian fungsi motorik.

8. Gifted

            Anak yang memiliki potensi diatas rata-rata anak pada umumnya meliputi kecerdasan, kreativitas, serta tanggung jawab yang diatas anak-anak di usianya.

9. Autisme

            Kelainan yang menyerang perkembangan anak dikarenakan adanya gangguan yang terjadi di sistem syaraf pusat. Sehingga menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi, perilaku, serta hubungan sosial.

10. Asperger Disorder (AD)

            Sama halnya dengan autisme yang memiliki kekurangan dalam berkomunikasi, perilaku dan hubungan sosial, hanya saja anak yang menderita gangguan ini lebih ringan jika dibandingkan dengan anak-anak yang mengidap autisme. Yang membedakan adalah kemampuan bicara dari anak asperger jauh lebih baik dibandingkan dengan autisme.

11. Retss’ Disorder

            Gangguan perkembangan anak ini masuk ke dalam kategori ASD. Yang termasuk ke dalam gangguan Rett’s disorder ini adalah anak yang tiba-tiba mengalami kemunduran perkembangan saat mulai menginjak usia 18 tahun.

12. ADHD atau yang dikenal dengan “anak hiperaktif”

            Merupakan gangguan yang menyebabkan anak tidak bisa diam dan mudah bergerak dari tempat ke tempat lainnya. Tak hanya itu, rentang konsentrasinya juga sangat pendek dan sering kesulitan dalam mengikuti akademik.

13. Lamban belajar (slow learner)

            Anak yang memiliki potensi kecerdasan di bawah normal namun belum sampai ke tahap tunagrahita.

14. Anak yang memiliki kesulitan dalam belajar hal-hal spesifik.

 

 

 

 

Ø  Menurut pasal 15 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas :

            Bahwa jenis pendidikan bagi Anak berkebutuan khusus adalah Pendidikan Khusus. Pasal 32 (1) UU No. 20 tahun 2003 memberikan batasan bahwa Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional,mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

            Teknis layanan pendidikan jenis Pendidikan Khusus untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Jadi Pendidikan Khusus hanya ada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenjang pendidikan tinggi secara khusus belum tersedia.

Ø  Kiat-Kiat Penanganan pada Remaja Berkebutuhan Khusus :

1. Orang Tua Harus Lebih Terbuka Pemikirannya

            Sebelum menangani anak, tentunya pihak orang tua sendiri haruslah lebih terbuka pemikirannya mengenai anak-anak berkebutuhan khusus ini. Sikap keterbukaan ini tentunya harus anda tunjukkan dari rasa menerima segala kondisi anak anda saat ini. Dari sikap keterbukaan ini lah anda bisa mencari usaha dan  cara yang tepat untuk mendidik anak anda. Tanamkan ke dalam diri anda jika anak berkebutuhan khusus bukanlah aib yang harus ditutupi. Jika hal ini anda lakukan hanya akan memperparah kondisi anak anda ketika sudah dewasa.

2. Lakukan Pengawasan Sedari Dini

            Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak-anak kebutuhan khusus tentunya membutuhkan pengawasan yang lebih dibandingkan anak-anak pada umumnya, Untuk itu pentingnya pengawasan sedari dini terkait tumbuh kembang anak. Cara ini dilakukan agar orang tua dapat mengetahui setiap tahap perkembangan anak. Sehingga nantinya bis asedikit waspada bila terjadi pertumbuhan fisik dan mental yang tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama.

 

3. Berikan Motivasi, Perhatian dan Bimbingan

            Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya membutuhkan motivasi, perhatian, serta bimbingan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Dengan perhatian dan motivasi yang besar dan intens tentunya membantu anak bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. Tentu butuh kesabaran yang ekstra bagi orang tua yang menangani anak-anak berkebutuhan khusus namun semua ini demi perkembangan anak yang lebih maksimal.

4. Adaptasi Dengan Anak

            Dibutuhkan adaptasi antara pengasuh, orang tua, serta anak-anak kebutuhan khusus sendiri. Jika adaptasi tersebut tidak berjalan dengan lancar, tentu segala cara yang dilakukan tidak akan membantu perkembangan anak. Ketika proses adaptasi bisa berjalan dengan baik, tentu membuat segala proses selanjunya berjalan dengan mudah. Adaptasi yang baik tentu akan membantu anda memahami kondisi serta potensi anak.

5. Meningkatkan Kedekatan Emosional Dengan Anak

            Kedekatan emosional menjadi salah satu bagian penting yang harus ada ketika anda menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Kedekatan emosional ini dibutuhkan agar anak anak bisa percaya serta menjadi dekat dengan anda. Ketika sudah terjalin kedekatan emosional yang tinggi tentunya anak akan merasa aman dan terbuka dengan anda.

6. Ajari Anak Untuk Mengeksplor Ketrampilannya

            Orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus tentunya membutuhkan energi ekstraketika mendidik anak-anaknya. Meskipun anak-anak anda memiliki kebutuhan khusus namun sudha emnjadi sebuah kewajiban bagi orang tua untuk mendampingi dan mendidiknya. Anda bisa mengisi waktu luangnya untuk rekreasi atau membuat ketrampilan yang dapat membantu fokus serta kosentrasi anak. Dari hal-hal semacam ini, anda bisa mengetahui potensi yang dimiliki anak sehingga membuat anak menjadi lebih produktif.

 

 

7. Tanamkan Kemandirian Sedari Dini

            Pada dasarnnya anak-anak kebutuhan khusus sama saja seperti anak-anak umum lainnya. Sehingga anda tak perlu memanjakan anak terlalu berlebihan. Tanamkan kemandirian pada anak sedari dini sehingga anak bisa bertahan di lingkungannya. Ajari anak-anak kebutuhan khusus ketrampilan-ketrampilan dasat seperti makan, mandi, berangkat sekolah, dan lainnya. Jika hal-hal seperti ini terus anda ajarkan kepada anak-anak anda tentunya bukan tidak mungkin jika anak kebutuhan khusus dapat hidup selayaknya anak lainnya.

8. Lakukan Kerjasama Dengan Sekolah

            Menjalin kerja sama dengan pihak sekolah menjadi hal penting yang harus anda perhatikan. Sehingga sangat disarankan bagi pihak orang tua untuk bersikap proaktif serta bisa menjalin kerja sama yang baik dengan pihak sekolah. Hal ini dilakukan agar membantu anda untuk mengetahui perkembangan mental, sikap, serta karakter anak. Sehingga nantinya anda bisa lebih mudah mengetahui cara yang tepat menangani anak-anak dengan kebutuhan yang khusus.

9. Lakukan Pembiasaan Mengenai Sanksi dan Hukuman

            Anak-anak kebutuhan khusus juga perlu diajarkan tentang aturan dan norma yang berlaku serta kesalahan yang dilakukannya. Sehingga ketika anak melakukan sebuah kesalahan tentu anda harus memberitahu anak jika hal tersebut merupakan perbuatan yang salah. Namun sebisa mungkin hindari hal-hal yang bersifat kekerasan dan usahakan untuk memberikan pengertian kepada anak anda. Jika hal ini bisa anda lakukan dengan baik, maka tentunya memudahkan anak untuk memahami hal mana yang salah dan benar.

10. Pelajari Kebiasaan dan Kebutuhan Anak

Tentunya karena kondisinya yang berbeda, anak-anak kebutuhan khusus memiliki kebutuhan dan kebiasaan yang berbeda. Sehingga sebagai orang tua penting untuk mengetahui kedua hal tersebut. Dengan memahami kebutuhan dan kebiasaan anak tentunya membuat anda semakin terbiasa menghadapi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

 

11. Ikuti Saran-Saran Pakar

            Bagi anda yang tidak terlalu memahami dengan baik cara tepat untuk menangani anak-anak kebutuhan khusus. Anda bisa mencoba untuk meminta saran dari pakar, entah dari guru, ahli psikologi, ataupun  ahli-ahli lainnya di bidang tersebut. Sehingga nantinya anda bisa mendapatkan cara yang tepat untuk menangani anak-anak anda.

12. Pilihlah Sekolah Yang Tepat 

            Anak-anak kebutuhan khusus tentunya bisa mengalami resiko bullying karena kondisi nya yang berbeda dari anak-anak umumnya. Sehingga pemilihan sekolah merupakan hal penting yang harus anda perhatikan. Hal ini karena sekolah menjadi pendukung dari perkembangan anak agar dapat lebih berkembang.

13. Ikutkan Anak Pada Terapi-Terapi Yang Ada

            Banyak sekali terapi-terapi penyembuhan yang memang ditujukan untuk anak-anak kebutuhan khusus. Untuk itu sebisa mungkin bawalah anak-anak anda untuk rutin mengikuti terapi-terapi yang ada. Bisa jadi terapi yang rutin tersebut dapat membantu anak untuk hidup selayaknya anak-anak lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

III. 1 Kesimpulan

Perundungan atau Bullying adalah suatu tindakan negatif yang dilakukan secara berulang-ulang dimana tindakan tersebut sengaja dilakukan dengan tujuan untuk melukai dan membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Pemahaman moral adalah pemahaman individu yang menekankan pada alasan mengapa suatu tindakan dilakukan dan bagaimana seseorang berpikir sampai pada keputusan bahwa sesuatu adalah baik atau buruk. Pemahaman moral bukan tentang apa yang baik atau buruk, tetapi tentang bagaimana seseorang berpikir sampai pada keputusan bahwa sesuatu adalah baik atau buruk.

Peserta didik dengan pemahaman moral yang tinggi akan memikirkan dahulu perbuatan yang akan dilakukan sehingga tidak akan melakukan menyakiti atau melakukan bullying kepada temannya.

Selain itu, keberhasilan remaja dalam proses pembentukan kepribadian yang wajar dan pembentukan kematangan diri membuat mereka mampu menghadapi berbagai tantangan dan dalam kehidupannya saat ini dan juga di masa mendatang. Untuk itu mereka selayaknya mendapatkan asuhan dan pendidikan yang menunjang untuk perkembangannya.

 

III. 2 Saran

  1. Hendaknya pihak ahli dapat membuat program pengajaran keterampilan sosial, problemsolving, manajemen konflik, dan pendidikan karakter.
  2. Hendaknya keluarga atau guru memantau perubahan sikap dan tingkah laku anak atau siswa di rumah maupun di sekolah.
  3. Sebaiknya orang tua menjalin kerjasama dengan pihak sekolah untuk tercapainya tujuan pendidikan secara maksimal tanpa adanya tindakan bullying antar pelajar di sekolah.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Remaja

https://id.wikipedia.org/wiki/Penindasan

https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/16/08291021/10-cara-hadapi-bullying-atau-perundungan-kamu-wajib-tahu?page=all

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/01/22/082910220/6-cara-mencegah-anak-jadi-korban-bullying?page=all

https://www.zenius.net/blog/22801/dampak-bullying-yang-membahayakan-bagi-korban

https://www.eurekapendidikan.com/2015/02/karakteristik-dan-faktor-faktor-yang.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Anak_berkebutuhan_khusus

http://slbnsalatiga.sch.id/pengertian-tuna-netra-tuna-rungu-dan-tuna-grahita.html

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar